Maret 26, 2009

" PR pertama Q "

2 komentar

Wah uda lama nih vakum d blog, jadi kangen ma teman2 blogger mania semuanya,, apa kabar kalian..????? smoga, masih dalam lindungan ALLAH SWT (Amin...)
mmmmm...., bingung nih mo posting apaan,, tapi.. syukur alhamdulillah, ada teman yg jauh disana, yg kasi hanna PR,, heheh buat komplotan 13 makasih yah,, dan maaf yah PR nya baru d buat sekarang,, begitu hanna baca pesan dari kamu,, lgsg deh aq mulai berfikir ,, mengenai jawabannya...
nih soalnya....

> Choose a singer/band/groupPut the picture of the singer/band/group
> Answer using ONLY TITLES OF SONGS by that singer/band/groupTag your friends according > the ALBUM that singer/band/group already released
Jawabannya



Dari beribu-ribu group band and singer didunia ini,yang aku suka tapi kupilih “Kahitna”,, jangan tanyakan mengapa ku pilih dia,,!!!
Nih foto mereka semuanya,,, gimana kerenkan...
Jawaban yg bagian C nya,,

Male or female?
"Cantik…." (hemmm,, sesuai dgn hanna tuh...!!!!)

Describe yourself
"Engga Ngerti" (ikuti arus hidup aja... )

What people feel when they're around you?
"Kau Ubah hariku" ( so cwet .....)

How would you describe your previous relationship?
"Kita Bangun Negeri"... (kita bikin damaii yukk)

Where would you want to be now?
"Seandainya Aku bisa Terbang" ( biar hemat ongkos )

How do you feel about love?
"Andai Dia Tahu" (aq susah tidur, mikirin dia terus...)

What's your life like?
"Bila saya" ( menjadi org yg baik hati.. )

What would you ask for if you had only one wish?
"Soulmate" ( dimana kau berada )

Say something wise
"Mengapa Terlambat" (harus on time dunk)

What do you think of your bestfriend?
"Aku, Dirimu, Dirinya," (sama berartinya bagiku )

D. Kahitna,, sepertinya uda banyak deh ngeluarin album,,, kata org sih lagu kahitna
adalag lagu banci semua, tapi menurtku lagumu sangat TOP BGT...

Finish…
Akhirnya lega deh,,, PR dari sohibku “Komplotan 13” makasih yah ….. >_<

lanjut baca ya teman..

Maret 09, 2009

Jati Diri Yang Hilang

4 komentar



Assalammualaikum,,, pengen coba posting puisi,, biar sedikit puitis..
buat teman2 yang uda baca,, mohon komen, saran, kritiknya yah buat membangun saya,,,
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan matur nuwun :)


Ya, Allah Yang Maha Nyata,
Malam ini: mataku terbuka.
Kusadari kini
Ruang dan waktu
Terasa sepi
Bagi langkahku.
Ada bayang memanjang: ada terang menghilang.
Kegelapan menantang: mencari bintang-bintang.
Kulihat diri
Pecah tak menentu,
Pikir dan hati
Tak lagi bersatu.
"Apakah kita
Masih Percaya
Kepada cinta?"
Kulihat diri
Kecewa dan jemu,
Pikir dan hati
Sudah jadi batu.
Hidup yang terharu: telah hilang kalbu.
Hidup yang gembira: telah tinggal luka.
Kusadari kini
Aku harus berlari
Mencari
Makna diri!

lanjut baca ya teman..

Maret 05, 2009

Rumahmu Adalah Istana Kemuliaan dan Cinta

1 komentar


Wahai wanita yang mulia, tetaplah dirumahmu kecuali karena urusan yang penting. Rumahmu adalah rahasia kebahagiaanmu. “Berdiamlah dirilah kalian dirumah kalian.” (QS. AL-Azab:33) Engkau akan dapatkan kebahagiaan di dalam rumahmu. Jagalah kemuliaanmu, ketenanganmu dan kesantunanmu dari perusak. Sesungguhnya wanita murahan adalah mereka yang sering keluar ke pasar tanpa ada kepentingan



Mereka bertujuan agar tidak ketinggalan zaman dan mengikuti trend. Mereka memasuki pusat-pusat perbelanjaan serta mencari segala sesuatu yang baru dan aneh yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah agama, tidak sejalan dengan risalah dakwah dan tidak berhubungan dengan pengetahuan, ilmu dan kebudayaan. Bahkan, apa yang mereka lakukan hanyalah sesuatu yang tiada guna dan berlebih-lebihan. Yang ada di benak mereka hanya urusan makanan dan pakaian.
Maka, hati-hatilah dengan tetap dirumah, sebab rumah adalah tempat kebahagiaan, tempat aman dan santai, Maka jadikanlah cinta dan kasih sayang bermula dari rumahnu, menjadi sumber hadiah yang baik dan berkah.

lanjut baca ya teman..

Maret 04, 2009

• Nasehat yang Baik dari Ibu yang Bijak

1 komentar



Ada Nasehat yang sangat dalam, yang diambil dari wanita-wanita Arab. Nasehat itu adalah nasehat Umamah binti Harits kepada putrinya, Ummu Iyas binti Auf, pada malam pernikahnnya. Diantara nasehat-nasehat adalah :
“ Putriku, sesungguhnya engkau telah memisahkan dirimu dari lingkungan yang darinya engkau keluar. Engkau telah meninggalkan kehidupan yang darinya engkau berkembang. Seandainya seorang perempuan tidak membutuhkan seorang suami, karena kecukupan dari orangtuanya dan kebutuhan orang tua yang sangat pada anaknya, maka engkau menjadi orang yang sangat tidak membutuhkan suami. Namun, wanita diciptakan untuk laki-laki dan baginya laki-laki tercipta.”




Nasehat yang pertama dan yang kedua adalah: Engkau harus rendah hati dengan senantiasa bersikap menerima dan selalu mendengarkan dan taat kepadanya.
Nasehat yang ketiga dan keempat adalah: Hendaklah engkau menjaga kebersihan sesuatu yang kepadanya hidung dan mata suami tertuju. Jangan sampai ia melihat kejelekan ada pada dirimi, dan jangan sampai ia menciummu kecuali dalam keadaan wangi.
Nasehat yang kelima dan keenam adalah: Hendaknya engkau selalu siapkan waktu tidur dan makan baginya. Karena kelaparan akan membuatnya garang dan kekurangan tidur akan membuatnya mudah marah.
Nasehat yang ketujuh dan kedelapan adalah: Hendaklah engkau menjaga hartanya, memelihara kehormatan dan putra-putrinya. Dapat mengurus harta adalah sebuah perhitungan yang baik dan dapat mengurus anak adalah kemampuan mengatur yang baik.
Nasehat yang kesembilan dan kesepuluh adalah: Janganlah engkau melanggar perintahnya. Janganlah engkau menyebarkan rahasianya. Jika engkau menentang perintahnya, maka membuat hatinya dongkol. Jika engkau menyebarkan rahasianya, maka engkau tidak bisa menjaga kehormatannya.
Kemudian hendaklah engkau tidak tampak senang dihadapan mana kala ia sedang sedih. Tidak pula engkau bersedih, ketika ia dalam keadaan berbunga-bunga.

lanjut baca ya teman..

Maret 03, 2009

"uLtaH Q"

3 komentar

Assalammualaikum..
Tidak terasa nih, sekarang umurku sudah 20 tahun,, sudah memasuki kepala 2, dan itu Artinya...berkurang lagi lah "masa kontrakku" didunia ini,
Banyak Asa dan Doa yang senantiasa kupanjatkan





Ya ALLAH Ya Tuhanku
Alhamdulillah tak terhingga telah Engkau berikan lagi tambahan nikmat hidup bagiku
Ampuni segala kealphaan dan kekhilafanku Ya Rabb
Segala sesuatu yang telah Engkau gariskan untukku Ya ALLAH
Hamba ikhlas dan ridho menerima semua kehendak dan ketentuanMu
Bimbinglah hamba selalu untuk senantiasa dalam agamaMu Ya ALLAH

Ya ALLAH, tambahkan kenikmatan kesehatan bagi hamba, keluarga, teman, sahabat dan handaitaulan...
Ya ALLAH, tambahkan kenikmatan rezeki bagi hamba, keluarga, teman, sahabat dan kerabat

Ya ALLAH, tak lelah hamba memohon hanya ridhoMu Ya ALLAH,
Jadikanlah hamba menjadi anak yang membanggakan orangtua&keluarga
menjadi wanita sholehah dan dapat membahagiakan orang2 yang hamba sayangi

Ya ALLAH, tak putus pula hamba memohon perkenanMu
Untuk menyatukan hamba dengan jodoh yang Engkau ridhoi...
Jodoh yang terbaik dan dapat menjadi imamku dunia akhirat

Amien...


nb :Buat teman2 ku makasih banyak yah,, buat sms ucapan ultahnya (lain kali jangan sms aja yah, kadonya juga.. heheheh) buat teman ku rendri, nurul, sauma, manda, mima, tika, teman chatingku dari aceh, dll.. makasih banyak atas doanya…

Wasalammualaikum….

lanjut baca ya teman..

Maret 02, 2009

sAhAbaT ku

1 komentar

Assalammualaikum.... [-O<
Teman ku,
Apakah arti sahabat bagimu? Seberapa pentingkah mereka bagi hidup kita? Dan bagaimanakah cara kita menjaga persahabatan?
Suatu hari pernah ada yang bercerita pada saya tentang sebuah kisah pada jaman rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Saya lupa redaksinya dan lupa fokus cerita pada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau pada salah seorang sahabat Diceritakan bahwa beliau tersebut sangat memuliakan sahabat-sahabatnya dan memperlakukan mereka dengan sedemikian rupa sehingga seolah-olah bagi setiap sahabatnya mereka masing-masing lah yang paling istimewa. Keren ya ^_^



Persahabatan,
Suatu saat saya pernah bersepakat bahwa persahabatan juga akan melewati ujian. Sayapun pernah mengalaminya. Dan saya rasa hampir semua orang pernah mengalaminya. Ketika masalah tersebut lewat, kadang saya merasa sedih mungkin ketika hal itu terjadi saya pernah sangat menyakiti sahabat saya, baik itu lewat ucapan, perbuatan, disengaja maupun tidak disengaja. Banyak hati yang selembut sutera…
Tapi percayalah, dibalik segala kesalahan, sahabat sejati tak pernah bersungguh-sungguh ingin menyakiti sahabatnya.
Kenapa saya tiba-tiba menuliskan ini? Karena baru-baru ini saya menjumpai kasus 2 orang yang telah bersahabat lama, bertahun-tahun, tiba-tiba bertengkar karena salah paham yang menurut saya sangat besar untuk kembali berbaikan. Namun kemudian ternyata salah satu pihak merasa ‘tidak ingin lagi seperti dulu’ karena di matanya ‘kejadian itu’ sangat terlalu menyakitkan. Dan kemudian silaturahmi keduanya memburuk walau masih bertegur sapa.
Awalnya saya bingung, bagaimana bisa pertemanan yang telah terjalin begitu lama sampai ke taraf ‘tak bisa baikan lagi’ hanya karena peristiwa sesaat?. Namun kemudian saya sadar, sebagai ’pihak luar’ saya tidak bisa men-judge apapun, karena bagaimanapun saya tidak pernah benar-benar berada di situasi tersebut.
Peristiwa ini kemudian membuat saya berfikir lama. Menjaga sesuatu memang jauh lebih susah dibanding ketika memulainya.
Tiba-tiba saya teringat sahabat-sahabat saya. Orang-orang yang bagi saya sungguh spesial. Saya yakin, dengan segala ketidak sempurnaan saya, pastilah ada saat-saat dimana saya pernah tersalah, sengaja maupun tidak. Pasti ada.
Tiba-tiba saya teringat sahabat-sahabat saya, yang bagi saya rata-rata memiliki jiwa besar, kelembutan hati, penyayang, penuh empaty, good listener dan merupakan sosok-sosok yang selalu saya cari ketika ingin bertukar fikiran. Walaupun untuk topik-topik yang berbeda-beda. Saya merasa sangaaat bersyukur telah diberi hadiah sahabat-sahabat yang begitu indah.
Ya… bagi saya, sahabat adalah hadiah;
Karena, dibalik segala kekurangan saya mereka masih tetap mau saling bertukar kabar, baik dengan sms-sms, telpon, chatting singkat, saling menasehati, menyemangati.
Ya… bagi saya, sahabat adalah anugerah;
Karena mereka tak hanya menasehati saya namun saya berharap juga memaafkan saya. Karena alhamdulillah kami sampai saat ini masih saling bertukar kabar.

Ya… bagi saya, sahabat adalah amanah;
Karena ternyata butuh penjagaaan yang serius agar tetap indah selamanya. Kembali kepada peristiwa di atas, saat berbincang dengan salah satu dari pihak yang berkonflik tersebut, kemudian banyak sekali hikmah yang kemudian dapat saya peroleh. Hal-hal ini sekaligus menjadi renungan terhadap hal-hal yang mungkin juga pernah saya langgar ketika berinteraksi dengan sahabat-sahabat saya;
Ketika sahabatmu merasa tersakiti, lekaslah introspeksi diri, mungkin bagimu engkau benar namun baginya hati telah tersakiti. Tidak ada salahnya memulai meminta maaf;
Menjadi seorang sahabat butuh empati, pemahaman terhadap perasaan orang lain;
Menjadi seorang sahabat harus siap menjadi ’a good listener’
Demikianlah dulu postingan saya ini. Matur nuwun.... (heheh jadi ikut2an kata kak topan) untuk teman-teman yang selalu memaafkan kesalahan-kesalahan saya, sehingga sampai detik ini masih senantiasa saling bercerita… Engkau sungguh berharga.
Dan aku selalu percaya bahwa sahabat sejati tidak pernah benar-benar bermaksud menyakiti hati sahabatnya
Wasalammualaikum... [-O<

lanjut baca ya teman..

SuRaT uNtuK CiNtaKu

2 komentar

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya hawa yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.



Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun sudah aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau itu perlu usaha untuk mencapainya.

Tahukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah dia yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat perasaanku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang adam, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebagian mendorongku untuk mengakhiri segala perasaanku tentangmu karena sebagian prasangka adalah suatu kesalahan,ada juga yang memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa perasaanku terhadapmu. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada IMAM-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih adam-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah menunggumu bukan sebagai suamiku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada ALLAH SWT, yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang dahalulu kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.
Wassalam

surat ini diposting untuk yang tak berani vokal
sumber : Dd. net

lanjut baca ya teman..

IkhLaS

2 komentar

Assalamualaikum WarakhmatuLlahi Wabarakatuh
Saudaraku,
Ikhlas adalah ruhnya amal. Kualitas amal kita ditentukan ruhnya itu, yakni ikhlas. Ikhlas sangat erat kaitannya dengan tujuan. Disebut ikhlas jika tujuan suatu amal ‘semata-mata’ karena Allah. Saat tujuan ditentukan diawal amal, maka itulah niat.
Amal adalah perbuatan kita, yaitu apa-apa yang kita lakukan di kehidupan, sehingga begitu kematian tiba maka terputuslah amal. Amal adalah media (perantara) yang berada di antara awal dengan akhir kita, kehidupan dan kematian, dunia dan akhirat. Oleh karena tujuan kita ada di dunia adalah demi akhirat kita, maka amal adalah penghubungnya. Dalam hal ini amal disebut ibadah. Dengan begini menjadi mudah menarik garis-jelas tentang konsep tujuan kita ada di dunia yaitu dalam rangka ibadah.
Berlimpah ayat di Al Qur’an yang menyebutkan bahwa amal yang diterima-NYA adalah amal yang ikhlas. Bahkan disebut ‘celaka’ ketika ternyata amal yang kita lakukan ‘terdistorsi’ keikhlasannya (riya).



Menilai kadar ikhlas
Saudaraku,
Yang Paling Mengetahui kadar keikhlasan amal kita tentu hanya Dia, ilahi Rabbi. Namun oleh karena kita juga diperintahkan untuk menghitung-hitung amal sendiri sebelum dipersaksikan-NYA di hari akhir, tentu jadinya kita membutuhkan sistem tentang bagaimana cara menghitung kadar keikhlasan tersebut. Pertanyaan utamanya adalah : metoda penilaian apa yang digunakan untuk mengukur kadar keikhlasan itu ?
Sistem mesin dan sistem manusiawi
Secara mendasar mesin (komputer) melakukan penilaian dengan tolok ukur dua hal saja, yaitu ya dan tidak, 0 dan 1, ikhlas (full) atau tidak ikhlas (empty). Sementara secara alamiah sistem nilai manusia berbeda sama sekali dengan sistem nilai mesin tersebut. Alam mengajarkan pada manusia bahwa di antara hitam dan putih ada abu-abu dan sebagainya, di antara atas dan bawah ada tengah dan sekitarnya, di antara pintar dan bodoh ada yang biasa-biasa saja, di antara miskin dan kaya ada yang hidup sederhana saja, di antara problem dan solusi ada langkah-langkah, di antara realita dan tujuan ada tahapannya (marhalah), di antara halal dan haram ada sunnah, jaiz dan makruh, di antara ikhlas dan tidak ikhlas ada…. ada apa? Ada proses. Ikhlas itu suatu capaian yang melalui proses.
Jangan hentikan amal di prosesnya
Maksudnya jangan hentikan beramal ketika kita merasa keikhlasan itu belum sempurna. Karena ikhlas tidak mungkin menjadi penghalang bagi amal-amal kita. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang mungkin terjadi :
(1.)
Seseorang menjadi tidak melakukan amal (kewajiban) dengan alasan bahwa keikhlasannya belum utuh.
Ini jelas tidak benar. Tapi apa memang ada yang begitu. Ada, contoh : Perhatikanlah berapa banyak kaum muslimah yang menunda menutup auratnya dengan alasan keikhlasannya yang belum sempurna. Kapan sempurnanya ? Setelah Allah menjebloskannya ke neraka ?
Ada juga cerita tentang pengusaha yang menunda mendermakan hartanya untuk pembangunan Masjid (padahal lagi dibutuhkan) karena dia katanya, merasa niatnya tercampur dengan (berharap) pujian masyarakat. Ada pula yang men-tabu-kan shalat berjama’ah (ini jelas sekali cuma alasannya semata), katanya dapat mengganggu keikhlasannya saat shalat di sekitar orang-orang (?). Atau tentang mereka yang berfatwa bahwa haram perjuangan (berdakwah) di lingkar kekuasaan (anti politik), (dengan alasan) persaingan antar manusia di sana dapat merusak keikhlasan (seperti larangan berinteraksi dengan manusia saja ). Atau mereka yang mentertawakan bakti sosial dengan membawa bendera (seperti bendera kelompok atau partai), menurut mereka itu pertanda bahwa kerjanya karena kelompok bukan karena Allah (?), masya Allah (semoga Allah senantiasa memberi karunia ilmu pada kita, dan mengembalikan niat kita pada-NYA semata, sesegera dari pelencengannya), wallahu a’lam, barangkali contoh semacam masih ada.
(2.)
Kita sering jadi menafikan kebutuhan proses dalam menuju keikhlasan.
Ketika kita ber-amal, selain merupakan keharusan, amal juga merupakan pelatihan dan uji coba bagi kita. Amal adalah sarana pelatihan dan uji coba dalam rangka proses mencapai keikhlasan. Darimana kita tahu seberapa sulit mencapai keikhlasan itu jika kita tidak pernah beramal kebaikan. Dari evaluasi terhadap setiap amalan itulah kita terus berproses menuju kepada kesempurnaan keikhlasan. Artinya tentu tidak ada ikhlas tanpa amal, ibarat ruh yang tanpa pijakan. Maka latihlah keikhlasan dengan terus menyempurnakan amal. Bukankah kesempurnaan bagi kita makhluk-NYA merupakan capaian proses? Tentu menjadi begitu juga dengan kesempurnaan keikhlasan. Sekali lagi bahwa keikhlasan butuh proses, proses itu adalah amal. Proses selalu melewati beberapa tahap tingkatan, sehingga keikhlasan ada tingkatannya.
(3.)
Ikhlas terdefenisi sekedar ‘tanpa pamrih’
Ikhlas bukan (sekedar) tanpa pamrih atau kadang-kadang disebut juga tanpa ‘kepentingan’, bahkan yang anehnya sekedar menjadi tanpa ‘uang’. Sehingga ketika seseorang bekerja tanpa meminta ‘upah’ dengan serta merta disebut ia ikhlas. Ikhlas adalah mengharapkan ‘keridhaan’ Allah semata. Belum tentu mereka yang tanpa upah, tanpa kepentingan atau tanpa uang itu mengharap ridha Allah. Jika Allah tidak ridha dengan kehidupan kita yang tanpa pamrih, tanpa kepentingan dan tanpa uang itu, maka itu justru berlawanan dengan prinsip keikhlasan. Misal pamrih dan kepentingan kita adalah syiar Islam, dan ketika itu semua membutuhkan uang, maka salahlah anggapan bahwa ikhlas adalah sekedar tanpa pamrih, tanpa kepentingan atau tanpa uang. Ini usaha penyederhanaan ‘makna’ yang tentu saja salah. Tetapi jika pamrih, kepentingan atau uang tersebut tidak diniatkan dan diwujudkan dalam rangka mencapai ridha Allah, maka dari sini tentu saja jelas ikhlas nya bermasalah.
Saudaraku,
Sekarang, percayakah bahwa ikhlas dapat melarang kita beramal ? Gimana bisa ? Bisa saja … Bahkan ikhlas bisa menjadi batu sandaran segelintir orang untuk tidak melakukan amalan sama sekali. Ah, tidak mungkin. Di zaman yang sedemikian ‘absurd’ ini apa yang tidak mungkin?
Perhatikan di sekeliling kita. Bahkan…, barangkali itu kita.
AlhamduliLlahirRabbil ‘alamin.
Walahu a’lam bishawab.
Wassalamu ‘alaikum warakhmatuLlahi wabarakatuh


lanjut baca ya teman..
 

Uwet Cute Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template