April 21, 2009

" Pliz jangan buang Makanan"

6 komentar





Satu lagi "bukti" yang memperkuat alasan, kenapa kita sepatutnya mensyukuri makanan dan minuman yang masih dengan mudah kita dapatkan....
Sementara itu .... Ironisnya ....., bukankah dengan mudahnya kita masih saja sering menyia-nyiakan (membuang) makanan/minuman yang kita anggap lebih ???

I feel very GRATEFUL for what I have today.......
We are so lucky! contemplate on this...

************************************************************************

He who labors diligently need never despair; for all things are accomplished by diligence and labor.



"I felt very fortunate to live in this part of the world. I promise I will never waste my food no matter how bad it can taste and how full I may be. I promise not to waste water. I pray that this little boy be alleviated from his suffering.



I pray that we will be more sensitive towards the suffering in the world around us and not be blinded by our own selfish nature and interests. I hope this picture will always serve as a reminder to us about how fortunate we are and that we must never ever take things for granted.



Think & look at this...when you complain about your food and the food we waste daily..." MAY ALL BEINGS BE FREE FROM SUFFERING!!!!




This PHOTO is the "Pulitzer prize" winning photo taken in 1994 during the Sudan famine.
The picture depicts a famine stricken child crawling towards an United Nations food camp, located a kilommeter away.

The vulture is waiting for the child to die so that it can eat it. This picture shocked the whole world.
No one know what happened to the child, including the photographer Kevin Carter who left the place as soon the photograph was taken.

Three months later he committed suicide due to depression.


by : Milis FEUI82


lanjut baca ya teman..

April 20, 2009

" Saat Sendiri "

0 komentar

Jika ada waktu yang paling tepat untuk merasakan betapa pentingnya peran orang lain bagi diri kita, adalah pada saat kita sendiri. Cobalah eja saat-saat itu, lalu susunlah ia menjadi bangunan yang bernama kepentingan. Kita akan merasakan betapa kita punya begitu banyak kepentingan kepada orang lain, baik kita sadari secara langsung maupun tidak.
Dewan juri yang memanggil seorang juara, misalnya tentu hanya akan menyebut nama orang-orang yang bersangkutan. Padahal, di belakang sang juara itu pasti ada sejumlah tangan yang berperan penting dalam kehidupannya. Orang tua, teman, guru, pelatih, suporter.


Mereka ini tentu tahu diri untuk tidak mengklaim bahwa diri mereka punya andil bagi sang juara. Tetapi jika dipikir-pikir, peran mereka yang tidak kecil itu justru menjelaskan apa sesungguhnya peran yang dimainkan oleh sang juara. Cobalah dimulai dari orang tua, jika mereka tak merestui sang juara untuk bertanding, mungkin ceritanya akan lain. Begitu juga dengan teman, guru, pelatih, atau suporter. Bayangkanlah jika tak ada sosok-sosok mereka disamping sang calon juara yang sedang bertarung dalam pertandingan. Jadi, sesungguhnya ketika namanya dipanggil sebagai pemenang, sang juara hanyalah sedang memainkan sebuah peran menjadi duta bagi orang tua, teman, guru, pelatih atau suporter yang telah mengamnahkan sebuah kepercayaan kepada dirinya.
Pada saatnya sendiri kita baru merasakan terlalu lemahnya diri kita, jika harus bertarung seorang diri. Di sinilah kita baru merasakan betapa terlalu lemahnya diri kita sesungguhnya tidak menyediakan tempat bagi kesombongan, karena seluruh ruangannya telah diisi oleh jasa-jasa orang lain yang tak terhitung jumlahnya. Ketika kesombongan telah menguasai diri kita, tentu kita tahu bahwa inilah yang sedang terjadi; kita mengusir jasa-jasa orang lain dari ruang diri kita. Kita kosongkan ruang-ruang itu, lalu kita undang kesombongan untuk bersemayam di dalamnya


lanjut baca ya teman..

April 16, 2009

percaya diri

4 komentar






"Perjalanan waktu yang panjang dan melelahkan...
Aku hanya dapat menghibur diri dan melupakan segala
sesuatu dengan kepercayaan diri"

lanjut baca ya teman..

"..................."

0 komentar



Sebelum aku mencintai-MU
Engkau telah sediakan
Lautan kasih tanpa pantai
Bahkan sebelum aku hadir
Dalam kefanaan dunia
Engkau sudah membingkaikan
Beragam kebahagiaan untukku


Ketika aku mulai berani
Mendekat dan Menyatakan cintaku
Engkau menguji kesetiaanku
Dengan kenikmatan yang membuai kalbuku
Lalu kenestapaan yang menyayat sukmaku
Demikian terus silih berganti
Untuk melihat kesungguhan cintaku pada-MU

Kini Engkau buat aku bahagia
Esok atau lusa Engkau pasti
Memahkotaiku derita
Namun aku tahu cara jitu
Agar Engkau tak pernah
Melepaskan Jamahan Cinta-MU
Syukur dan Mengharapkan Ampunan-Mu



lanjut baca ya teman..

April 12, 2009

“First my Award”

0 komentar

Photobucket

    Award ini saya dapatkan dari Sahabat saya HPK-UIN yang jauh disana :P >_<. Insya Allah award ini akan menjadi sebuah motifasi bagi saya supaya tetap eksis untuk saling berbagi informasi (ilmu) dan menjaga persahabatan sesama blogger. (jiplak nih kata-katanya) >_<.
  1. KPI
  2. KOMPLOTAN 13
  3. Sora-Chan
  4. HENGKY
  5. Z4RO 08
  6. ANEH-ANEH DI SINI
  7. NOE
  8. SAHABAT
  9. KEPINGAN HATI
  10. NIA SHOP |


PERATURAN :
1. Letakkan logo di blog kamu .
2. Berikan kembali, kepada 10 Blog yang kamu anggap paling inspirasi dan sangat friendly.
3. Pastikan untuk selalu menghubungkan penghargaan ini dengan blog yang kamu anggap paling memberikan inspirasi dan friendly dari tempat kamu.
4. Agar mereka dapat mengetahui, bahwa mereka telah mendapatkan anugerah ini dengan cara memberikan comment ke blog mereka.
5. Berbagi cinta dan sayang untuk penghargaan ini, dari siapa kamu mendapatkan anugerah ini.

lanjut baca ya teman..

April 04, 2009

Mencintai Seseorang..

3 komentar


Bagaimana hukum pacaran dalam Islam? Dosakah saya bila saat ini saya yang sudah berjilbab masih saja menimbulkan perasaan tertarik pada lawan jenis pada saya? Dan bagaimana saya harus menyikapi hal ini? Apa maksud mencintai seseorang karena Allah swt?



Jika dipandang dari sudut pergaulan Islam maka teman merupakan lingkungan terpenting setelah orang tua. Melalui pertemanan/persahabatan seseorang dapat mewarnai baik atau buruk. Islam memperhatikan mulai dari memilih teman, hak dan kewajiban berteman. Konsep ini disebut Ukhuwwah. Ini bukti bahwa agama kita sangat menjunjung tinggi pentingnya berteman dalam hidup ini.
Salah satu hak dan kewajiban berteman dalam Islam adalah tolong menolong dan saling mencintai. Tolong menolong dan saling mencintai menjadi salah satu ukuran tinggi rendahnya keimanan seseorang. Rasulullah bersabda: “ Tidaklah (sempurna) iman seseorang hingga dia bisa mencintai saudara muslimnya sebagaimana dia mencintai diri sendiri.”
Hadis diatas menyuruh kita untuk selalu mencintai dan menolong teman atau saudara kita. Namun islam membatasi tolong menolong dalam kemungkaran dan kemaksiatan (Qs.5:2). Jika hanya alasan Toleransi, kita membiarkan teman kita berbuat kemungkaran. Hal itu tidak sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Jika teman yang melakukan kemungkaran meminta bantuan atau pertolongan kepada kita, maka kita tidak berhak memberikan pertolongan dalam bentuk apapun. Kita bahkan wajib menolak kemungkaran tersebut. Dalam hadist sahihnya Nabi bersabda: “Siapa saja yang melihat kemungkaran maka dia wajib melarangnya denagn tangannya (kekuasaannya) jika tidak mampu dengan tangannya maka dengan lisannya dan jika tidak mampu dengan lisannya maka dengan sikap hatinya dan itu (yang ketiga) adalah iman yang paling lemah”.
Rasa simpati orang pada kita tidak dapat direkayasa atau dipaksakan, karena berhubungan dengan hati. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu berprilaku sesuai denagn aturan syariah.
Dalam hal ini adalah menutup aurat dan tidak ketat dan tidak berwarna yang menggoda, tidak untuk sensasi dan bersikap santun (tidak genit) serta tidak mengumbar pandangan pada lawan jenis. Pandangan seorang wanita kepada laki-laki adalah sihir atau anak apanah yang beracun sehingga sangat berbahaya bagi yang terkena.
Jika kita telah memenuhi syarat diatas, artinya kita telah memenuhi kewajiban seorang muslimah terhadap laki-laki. Jika ada hal-hal yang muncul di luar kemampuan wanita maka resikonya dosanya adalah tanggungan kaum lelaki. Menjaga pandangan bagi laki-laki maupun perempuan kepada masing-masing lawannya adalah kunci utama untuk mengendalikan perasaan cinta yang liar.
Diantara tanda-tanda mencintai saudara muslim karena Allah adalah tidak ada motif mencintai karena sesuatu yang bersifat materi seperti harta, jabatan, kecantikan dan lain-lain, namun benar-benar murni karena hal-hal yang membawa ketaatan kepada Allah/
Wallahu a’lam.....

Sumber: Annida edisi perdana Oktober 2002.

lanjut baca ya teman..
 

Uwet Cute Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template